Alasan Antonio Conte Tinggalkan Inter Milan

Alasan Antonio Conte Tinggalkan Inter Milan – Antonio Conte mengungukapkan argumennya tinggalkan Inter Milan. Ia juga mengucapkan terima kasih ke pemain, staff, dan fans karena memberi suport hingga dapat bawa club raih piala Liga Italia 2020-2021.Conte bawa Inter raih gelar scudetto di dalam 11 tahun pada musim ini. Tetapi, ia setuju untuk akhiri kontraknya setahun lebih cepat.

Pelatih dari Italia itu tidak suka dengan gagasan Inter mengatasai permasalahan keuangan. Club merencanakan jual pemain kunci untuk menangani permasalahan keuangan karena wabah covid-19.Simak juga: Kacau-balau! Untuk Romelu Lukaku, Chelsea Jual 5 Pemain”Perjalanan mengagumkan dalam 2 tahun paling akhir ini! Tiap hari kami jadi lebih kuat, lebih berkemauan, dengan semakin banyak tekad dan pengorbanan, sukses memutus kondisi biasa saja yang kerap melingkari kami,” catat Conte dalam account Instagram-nya seperti mencuplik Reuters, Jumat (28/5/2021).

Antonio Conte Ungkap Alasan Tinggalkan Inter Milan

Alasan Antonio Conte Tinggalkan Inter Milan

Antonio Conte Selekasnya Disahkan Jadi Pelatih Baru Real Madrid”Tidak ada argumen, tidak ada alibi, tapi cuman bekerja, bekerja dan bekerja, bersama-sama dengan rasa hormat dan pengajaran. Kami bawa Scudetto kembali lagi ke Inter sesudah 11 tahun, tapi yang paling penting kami bawa Inter kembali lagi ke lokasi yang pantas karena riwayat dan tradisinya.””Terima kasih ke mereka yang memungkinkannya semuanya! Pemain, staff, presiden, direktur, dan seluruh orang yang menolong kami dan memberikan dukungan kami sepanjang 2 tahun ini,” sambungnya.

Conte menjelaskan Inter sukses mendominasi Liga Italia karena mendapatkan suport dan ketertarikan dari beberapa simpatisan walau pada kondisi susah karena wabah.

“Citra piala Scudetto yang diambil dari tingkat paling tinggi San Siro dengan kalian rayakannya, saya akan mengenangnya selama-lamanya,” konfederacjagraczy. sambungnya. Inter finish tidak lebih dari urutan ke-4 sepanjang 8 tahun saat Conte dipilih pada 2019, tapi bekas pelatih Chelsea itu bawa Nerazzurri ke urutan ke-2 pada musim pertama kalinya saat sebelum jadi juara pada musim 2020-21.

Tetapi, tekad pemain berumur 51 tahun itu untuk tingkatkan skuadnya berlawanan dengan keadaan keuangan club. Inter diberitakan ingin memotong upah sejumlah 15-20 % dan hasilkan 70-100 juta euro atau sekitaran Rp1,21 – 1,74 triliun dari pemasaran pemain saat sebelum musim depan.